Ibu, Simak Tips Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi Berikut Ini

Ibu, Simak Tips Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi Berikut Ini

Alergi susu sapi merupakan salah satu kasus alergi yang banyak menimpa bayi. Bayi alergi susu sapi dapat disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh si Kecil yang bereaksi berlebihan kepada protein yang terkandung dalam susu.

Gejala alergi yang ditimbulkan pada setiap bayi pun dapat berbeda, namun yang paling umum terjadi adalah adanya ruam di kulit, gangguan pencernaan, hingga batuk. Jika bayi Anda mengidap alergi susu sapi, lakukan tips berikut ini untuk membantu mengatasi serta menjaga tumbuh kembang si Kecil agar tetap terjaga dengan baik.

  1. Menghindari Susu Sapi dan Turunannya

Hal utama yang wajib Anda lakukan adalah menghindarkan segala produk susu sapi maupun turunannya dari buah hati Anda. Umumnya alergi ini akan mereda ketika sistem pencernaan si Kecil telah matang, sehingga Anda dapat menjauhkan susu sapi dan turunannya untuk sementara hingga ia berusia kurang lebih 3 tahun.

  1. Menghindari Produk Susu Sapi Bagi Ibu Menyusui

Jika Anda masih menyusui bayi Anda, maka Anda pun juga wajib menjauhi produk yang mengandung susu sapi. Mulai dari biskuit, keju, es krim, cokelat, dan makanan lain yang berbasis susu sapi. Karenanya Anda pun harus cermat dan berhati-hati ketika akan mengonsumsi makanan tertentu.

  1. Memenuhi Nutrisi Bayi dengan Jenis Makanan Lain

Karena bayi alergi susu sapi tidak dapat mengonsumsi makanan apapun yang mengandung susu sapi, Anda dapat beralih ke pilihan alternatif yaitu mengganti dengan jenis makanan lain.

Jika bayi Anda telah memasuki fase MPASI, Anda dapat memberikan asupan nutrisi pengganti susu dari makanan kaya vitamin seperti salmon, tuna, telur, ataupun sayuran hijau. Anda juga dapat memilih susu almond atau susu kelapa sebagai pengganti asupan nutrisi susu sapi.

  1. Mengganti Jenis Susu Formula

Apabila si Kecil mengonsumsi susu formula, Anda perlu mengganti jenis susu formulanya ke bahan yang lebih aman bagi tubuhnya. Anda dapat memberikan susu berbahan dasar kedelai atau soya.

Namun jika bayi juga alergi terhadap susu kedelai, Anda dapat memberikan susu formula hipoalergenik. Susu formula tersebut memiliki kandungan protein yang terpecah dalam partikel kecil, sehingga dapat mengurangi risiko alergi pada anak.

Segera Lakukan Pemeriksaan ke Dokter

Jika bayi Anda telah menunjukkan gejala alergi susu sapi, tak perlu ragu untuk membawanya ke dokter guna pemeriksaan lebih lanjut. Karena untuk dapat mendiagnosis alergi, dokter akan melakukan sederet pemeriksaan seperti tes alergi, pemeriksaan tinja dan juga darah.

Nantinya dokter juga akan memberikan rekomendasi perawatan kulit bagi si Kecil untuk meredakan rasa gatal karena alergi. Selain itu, penting bagi Anda untuk selalu rutin memeriksakan buah hati ke dokter guna memastikan kondisi alergi pada bayi Anda tidak semakin berkembang.

Itulah tips mengatasi bayi alergi susu sapi yang wajib orangtua ketahui. Tak lupa untuk selalu menjaga asupan nutrisi yang cukup bagi si Kecil.

shares