Waspada! 3 Hal ini Jadi Penyebab Konstipasi pada Anak

Waspada! 3 Hal ini Jadi Penyebab Konstipasi pada Anak

 Konstipasi atau yang lebih dikenal dengan sembelit merupakan sebuah kondisi gangguan pencernaan yang membuat seseorang mengalami kesulitan buang air besar, tidak jarang juga terjadi perubahan konsistensi feses menjadi keras.  Pada anak-anak, konstipasi menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi. Berikut ini 3 hal yang jadi penyebab konstipasi pada anak.

  1. Perubahan Pola Makan

Konstipasi merupakan gangguan kesehatan yang menyerang pencernaan. Seringnya anak-anak mengalami konstipasi  ketika mereka beralih dari konsumsi makanan serba cair ke makanan padat. Dalam kondisi tersebut anak melalui proses adaptasi yang biasanya menjadi sulit makan. Untuk menghindari kondisi tersebut ibu perlu memperhatikan pola makan anak, penuhi asupan gizi anak dengan cara yang tepat.

Biasakan anak untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan serat termasuk juga buah dan sayur. Adapun kebutuhan serat harian anak adalah berbeda-beda sesuai dengan usia anak. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan 16 gram serat per harinya. 16 gram serat setara dengan 2kg wortel rebus.

Beberapa jenis makanan kaya serat yang baik dikonsumsi anak-anak diantaranya adalah apel, berry, pasta gandum, pisang, pir, oatmeal, roti gandum, ubi jalar, dan wortel. Kekurangan asupan serat pada anak dapat meningkatkan risiko terjadinya konstipasi. Anak yang mengalami konstipasi biasanya buang air besar kurang dari tiga kali dalam satu minggu.

  1. Kebiasaan Menahan BAB

Seringnya anak mengabaikan keinginan untuk buang air besar merupakan salah satu pemicu terjadinya konstipasi. Kebiasaan anak menahan BAB biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah munculnya rasa trauma ke toilet untuk BAB, karena saat anak sedang BAB ia merasa kesulitan dan kesakitan mengeluarkan feses.

Rasa sakit yang pernah muncul sebelumnya tidak jarang membuat anak menghindari pengulangan dari pengalaman BAB yang sakit dan sulit.  Terkadang ada juga anak yang enggan ke toilet saat sedang asyik bermain, mereka takut tertinggal dengan kesenangan saat bermain sehingga lebih memilih menahan BAB.

Untuk menurunkan risiko konstipasi ibu perlu membiasakan anak untuk teratur buang air besar dengan cara memintanya untuk mencoba duduk atau berjongkok di kloset selama 10 menit dua kali sehari setiap hari. Lakukan kebiasaan ini setelah si kecil makan. Selain itu ibu juga perlu membatasi anak dalam mengonsumsi makanan cepat saji. Jenis makanan ini bisa memperlambat kerja pencernaan.

  1. Toilet Training yang Belum Waktunya

Toilet training memang harus diajarkan sejak dini. Toilet training yang tepat bisa membiasakan anak untuk memakai toilet sendiri. Namun, perilaku toilet training yang terlalu cepat bisa membuat anak justru menjadi  tidak nyaman hingga menahan dirinya untuk buang air besar.

Kebiasaan semacam ini berisiko sulit diubah. Perlakuan toilet training  sebaiknya dimulai orang tua pada anak  usia anak 18 – 24 bulan. Yang terpenting ibu perlu memperhatikan kebiasaan atau rutinitas anak di kesehariannya. Adanya perubahan dalam kebiasaan anak yang biasanya berhubungan dengan mood juga bisa memicu kondisi konstipasi.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu ibu waspadai sebagai penyebab konstipasi pada anak. Mencukupi kebutuhan gizi adalah hal utama dalam menghindari gangguan kesehatan pada anak. Ibu bisa bantu melengkapi kebutuhan serat harian anak dengan susu anak.

shares